0

menjadi orang asing di dunia

Selasa, 06 April 2010.
سبيل وكان ابن عمر – رضي الله عنهما – يقول: إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء، وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري.

Dari Ibnu Umar radhiallohu ‘anhuma beliau berkata: Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam pernah memegang kedua pundakku seraya bersabda, “Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau musafir.” Ibnu Umar berkata: “Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada waktu pagi hari jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

Penjelasan

Hadits ini adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar berisi nasihat nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam kepada beliau. Hadits ini dapat menghidupkan hati karena di dalamnya terdapat peringatan untuk menjauhkan diri dari tipuan dunia, masa muda, masa sehat, umur dan sebagainya.


Ibnu Umar berkata: [Beliau pernah memegang kedua pundakku]. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Jadilah engkau di dunia seperti orang asing atau penyeberang jalan".

Jika manusia mau memahami hadits ini maka di dalamnya terkandung wasiat penting yang sesuai dengan realita. Sesungguhnya manusia (Adam -pent) memulai kehidupannya di surga kemudian diturunkan ke bumi ini sebagai cobaan, maka manusia adalah seperti orang asing atau musafir dalam kehidupannya. Kedatangan manusia di dunia (sebagai manusia) adalah seperti datangnya orang asing.

Padahal sebenarnya tempat tinggal Adam dan orang yang mengikutinya dalam masalah keimanan, ketakwaan, tauhid dan keikhlasan pada Alloh adalah surga. Sesungguhnya Adam diusir dari surga adalah sebagai cobaan dan balasan atas perbuatan maksiat yang dilakukannya. Jika engkau mau merenungkan hal ini, maka engkau akan berkesimpulan bahwa seorang muslim yang hakiki akan senantiasa mengingatkan nafsunya dan mendidiknya dengan prinsip bahwa sesungguhnya tempat tinggalnya adalah di surga, bukan di dunia ini. Dia berada pada tempat yang penuh cobaan di dunia ini, dia hanya seorang asing atau musafir sebagaimana yang disabdakan oleh Al Musthofa shollallohu ‘alaihi wa sallam.

Betapa indah perkataan Ibnu Qoyyim rohimahulloh ketika menyebutkan bahwa kerinduan, kecintaan dan harapan seorang muslim kepada surga adalah karena surga merupakan tempat tinggalnya semula.

Seorang muslim sekarang adalah tawanan musuh-musuhnya dan diusir dari negeri asalnya karena iblis telah menawan bapak kita, Adam ‘alaihissalam dan dia melihat, apakah dia akan dikembalikan ke tempat asalnya atau tidak. Oleh karena itu, alangkah bagusnya perkataan seorang penyair:

نقل فؤادك حيث شئت من الهوى مـا الحـب إلا للحبيب الأول

Palingkan hatimu pada apa saja yang kau cintai

Tidaklah kecintaan itu kecuali pada cinta pertamamu

Yaitu Alloh jalla wa ‘ala

كم منزل في الأرض يألفه الفتى وحنينـــه أبــدا لأول مــنزل

Berapa banyak tempat tinggal di bumi yang ditempati seseorang

Dan selamanya kerinduannya hanya pada tempat tinggalnya yang semula

Yaitu surga

Demikianlah, hal ini menjadikan hati senantiasa bertaubat dan tawadhu kepada Alloh jalla wa ‘ala. Yaitu orang yang hati mereka senantiasa bergantung pada Alloh, baik dalam kecintaan, harapan, rasa cemas, dan ketaatan. Hati mereka pun selalu terkait dengan negeri yang penuh dengan kemuliaan yaitu surga. Mereka mengetahui surga tersebut seakan-akan berada di depan mata mereka.

Mereka berada di dunia seperti orang asing atau musafir. Orang yang berada pada kondisi seakan-akan mereka adalah orang asing atau musafir tidak akan merasa senang dengan kondisinya sekarang. Karena orang asing tidak akan merasa senang kecuali setelah berada di tengah-tengah keluarganya. Sedangkan musafir akan senantiasa mempercepat perjalanan agar urusannya segera selesai.

Demikianlah hakikat dunia. Nabi Adam telah menjalani masa hidupnya. Kemudian disusul oleh Nabi Nuh yang hidup selama 1000 tahun dan berdakwah pada kaumnya selama 950 tahun,

فَلَبِثَ فِيهِمْ أَلْفَ سَنَةٍ إِلَّا خَمْسِينَ عَاماً

“Maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun.” (QS. Al Ankabut: 14)

Kemudian zaman beliau selesai dan telah berlalu. Kemudian ada lagi sebuah kaum yang hidup selama beberapa ratus tahun kemudian zaman mereka berlalu. Kemudian setelah mereka, ada lagi kaum yang hidup selama 100 tahun, 80 tahun, 40 tahun 50 tahun dan seterusnya.

Hakikat mereka adalah seperti orang asing atau musafir. Mereka datang ke dunia kemudian mereka pergi meninggalkannya. Kematian akan menimpa setiap orang. Oleh karena itu setiap orang wajib untuk memberikan perhatian pada dirinya. Musibah terbesar yang menimpa seseorang adalah kelalaian tentang hakikat ini, kelalaian tentang hakikat dunia yang sebenarnya.

Jika Alloh memberi nikmat padamu sehingga engkau bisa memahami hakikat dunia ini, bahwa dunia adalah negeri yang asing, negeri yang penuh ujian, negeri tempat berusaha, negeri yang sementara dan tidak kekal, niscaya hatimu akan menjadi sehat. Adapun jika engkau lalai tentang hakikat ini maka kematian dapat menimpa hatimu. Semoga Alloh menyadarkan kita semua dari segala bentuk kelalaian.

Kemudian Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma melanjutkan dengan berwasiat,

إذا أمسيت فلا تنتظر الصباح، وإذا أصبحت فلا تنتظر المساء

“Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada pada pagi hari jangan menunggu datangnya sore.”

Yaitu hendaklah Anda senantiasa waspada dengan kematian yang datang secara tiba-tiba. Hendaklah Anda senantiasa siap dengan datangnya kematian. Disebutkan dari para ulama salaf dan ulama hadits bahwa jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya.

Jika seseorang diberi tahu bahwa kematian akan datang kepadanya malam ini, maka belum tentu dia dapat menambah amal kebaikannya. Hal ini dapat terjadi dengan senantiasa mengingat hak Alloh. Jika dia beribadah, maka dia telah menunaikan hak Alloh dan ikhlas dalam beribadah hanya untuk Robbnya. Jika dia memberi nafkah pada keluarganya, maka dia melakukannya dengan ikhlas dan sesuai dengan syariat. Jika dia berjual beli, maka dia akan melakukan dengan ikhlas dan senantiasa berharap untuk mendapatkan rezeki yang halal.

Demikianlah, setiap kegiatan yang dia lakukan, senantiasa dilandasi oleh ilmu. Ini adalah keutamaan orang yang memiliki ilmu, jika mereka bertindak dan berbuat sesuatu maka dia akan senantiasa melandasinya dengan hukum syariat. Jika mereka berbuat dosa dan kesalahan, maka dengan segera mereka akan memohon ampunan. Maka dia akan seperti orang yang tidak berdosa setelah beristigfar.

Ini adalah kedudukan mereka. Oleh karena itu Ibnu Umar rodhiallohu ‘anhuma mengatakan:

وخذ من صحتك لمرضك، ومن حياتك لموتك. رواه البخاري

“Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.” (HR. Bukhori)

***
wallahu'alam bish showab.........
Leia Mais...
0

BERITA UNTUK UMMAT ISLAM DISELURUH DUNIA.

SURAT INI DATANGNYA DARI SYECKH ACHMAD DI SAUDI

ARABIA :

'AKU BERSUMPAH DENGAN NAMA ALLAH SWT DAN NABI

MUHAMMAD
SAW' WASIAT UNTUK SELURUH UMMAT ISLAM DARI SYECKH

ACHMAD SEORANG PENJAGA MAKAM RASULULLAH DI

MADINAH, YAITU DI MESJID NABAWI SAUDI ARABIA .

'Pada malam tatkala hamba membaca Al'Quran di

makam
Rasulullah, dan Hamba sampai tertidur, lalu hamba

bermimpi. Didalam mimpi hamba bertemu dengan

Rasulullah SAW, dan beliau berkata:

'Di dalam 60.000 orang yang meninggal dunia,

diantara bilangan itu tidak ada seorangpun yang

mati beriman, dikarenakan :

1. Seorang istri tidak lagi mendengar kata-kata

suaminya

2. Orang yang kaya yang mampu, tidak lagi

melambangkan
atau menimbangkan rasa belas kasih kepada

orang-orang miskin.

3. Sudah banyak yang tidak berzakat, tidak

berpuasa, tidak
sholat dan tidak menunaikan ibadah haji, padahal

mereka-mereka ini mampu melaksanakan.

Oleh sebab itu wahai Syechk Achmad engkau

sabdakan kepada semua umat manusia di dunia

supaya berbuat kebajikan dan
menyembah kepada Allah SWT.'

Demikian pesan Rasulullah kepada hamba, Maka

berdasarkan
pesan Rasulullah tersebut dan oleh karenanya

hamba berpesan
kepada segenap Umat Islam di dunia :

- Bersalawatlah kepada Nabi Besar kita Muhammad

SAW.

- Janganlah bermalas-malasan untuk mengerjakan

sholat 5 (lima) waktu.

- Bershadaqoh dan berzakatlah dengan segera,

santuni anak-
anak yatim piatu.

- Berpuasalah di bulan ramadhan serta kalau mampu

tunaikan
segera ibadah haji.

PERHATIAN :

Bagi siapa saja yang membaca suratini hendaklah
menyalin/mengcopynya untuk disampaikan

orang-orang lain yang beriman kepada

haripenghabisan/ kiamat. Hari kiamat akan segera

tiba dan batu bintang akan terbit, Al'Quran akan
hilang dan matahari akan dekat diatas kepala,

saat itulah
manusia akan panik. Itulah akibat dari kelakuan

mereka yang selalu menuruti hawa nafsu dalam

jiwa.

Dan Barang siapa yang menyebarkan surat ini

sebanyak 20
(dua puluh) lembar dan disebarkan kepada

teman-teman/ rekan-rekan anda atau Masyarakat

Islam sekitarnya, maka percayalah anda akan

memperoleh setelah dua minggu
kemudian. Telah terbukti pada seorang pengusaha

di
Bandung , setelah membaca dan menyalinnya juga

menyebarkan sebanyak 20 (dua puluh) lembar, maka

dalam jangka waktu 2 (dua) minggu kemudian, dia

mendapat keuntungan yang sangat
luar biasa besarnya.

Sedangkan terhadap orang yang menyepelekannya dan

membuang
surat ini, Dia mendapat musibah yang besar yaitu

kehilangan sesuatu
harta/benda yang sangat dicintai dan

disayanginya. Perlu diingat kalau kita sengaja

tidak memberitahukan surat ini kepada orang lain,

maka tunggulah saatnya nasib apa yang akan anda

alami, dan jangan menyesal apabila mendapat

bencana secara tiba-tiba atau kerugian yang

sangat besar.

Sebaliknya jika Anda segera menyalin/mengcopynya

dan menyebarkannya kepada orang lain, maka anda

akan mendapatkan keuntungan besar atau rezeki

yang tiada disangka-sangka.
Surat ini ditulis S.T. STAVIA sejak itu suratini

menjelajah
dan mengelilingi dunia, dan pada akhirnya sampai

kepada Anda.

Percayalah beberapa hari lagi sesuatu akan datang

kepada Anda dan
keluarga Anda.

KEJADIAN-KEJADIAN YANG TELAH TERBUKTI !

1. Tn. Mustafa mantan menteri Nasabah Malaysia

,dipecat dari jabatannya karena beliau lupa

setelah menerima surat ini, tidak
menyebarkannya, kemudian beliau ingat suratini,

lalu beliau menyalinnya
dan menyebarkannya sebanyak 20 lembar. Beberapa

lama kemudian
beliau dilantik kembali menjadi menteri Kabinet.

2. Tn. Gojali mantan menteri Malaysia telah

menerima surat
ini, kemudian beliau menyalinnya sebanyak 20

lembar dan
menyebarkannya, dan beberapa hari kemudian beliau

mendapat keuntungan yang luar biasa besarnya...

Dengan adanya kejadian-kejadian tersebut diatas

sebagai bukti, untuk itu saya sarankan agar Anda

tidak merahasiakannya, dan anda segeralah

menyebarkannya untuk teman-teman atau rekan-rekan

Anda. Tunggu kabar baik dalam waktu dua minggu

setelah Anda menyebarkan surat ini. Allah SWT

akan meridho'i niat baik Anda, selamat bertugas

dan berkarya.

Salam,
PENJAGA MAKAM RASULULLAH SAW
SYECKH ACHMAD-MADINAH ...
Leia Mais...
0

penyakit hati

Pengantar:
Untuk sedikit menambah pengetahuan kita tentang penyakit hati, berikut ini akan saya kutipkan risalah dari buku "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah..." karya Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunaimi. Akan tetapi, barangkali risalah itu sendiri lebih tepat disebut karya Al-Imam Ibnu Abil 'Izzi, karena beliaulah yang menulisnya sebagai syarh (penjelasan) dari kitab Aqidah yang disusun oleh Imam Ath-Thahawi yang dikenal dengan kitab "Aqidah Thahawiyah". Sedang Syeikh Abdul Akhir Hammad Alghunami adalah yang melakukan tahdzib (penataan ulang). Semoga bermanfaat.
--------------------------------------------------------------------------------
Hati itu dapat hidup dan dapat mati, sehat dan sakit. Dalam hal ini, ia lebih penting dari pada tubuh.
Allah berfirman, artinya:
"Dan apakah orang yang sudah mati kemudian dia Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu dia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar dari padanya." (Al-An'am : 122)
Artinya, ia mati karena kekufuran, lalu Kami hidupkan kembali dengan keimanan. Hati yang hidup dan sehat, apabila ditawari kebatilan dan hal-hal yang buruk, dengan tabi'at dasarnya ia pasti menghindar, membenci dan tidak akan menolehnya. Lain halnya dengan hati yang mati. Ia tak dapat membedakan yang baik dan yang buruk.

Dua Bentuk Penyakit Hati:

Penyakit hati itu ada dua macam: Penyakit syahwat dan penyakit syubhat. Keduanya tersebut dalam Al-Qur'an.
Allah berfirman, artinya:
"Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara (melembut-lembutkan bicara) sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. " (Al-Ahzab:32)
Ini yang disebut penyakit syahwat.

Allah juga berfirman, artinya:
"Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya..." (Al-Baqarah : 10)
Allah juga berfirman, artinya:
"Dan adapun orang yang didalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, di samping kekafirannya (yang telah ada)." (At-Taubah : 125)

Penyakit di sini adalah penyakit syubhat. Penyakit ini lebih parah daripada penyakit syahwat. Karena penyakit syahwat masih bisa diharapkan sembuh, bila syahwatnya sudah terlampiaskan. Sedangkan penyakit syubhat, tidak akan dapat sembuh, kalau Allah tidak menanggulanginya dengan limpahan rahmat-Nya.

Seringkali penyakit hati bertambah parah, namun pemiliknya tak juga menyadari. Karena ia tak sempat bahkan enggan mengetahui cara penyembuhan dan sebab-sebab (munculnya) penyakit tersebut. Bahkan terkadang hatinya sudah mati, pemiliknya belum juga sadar kalau sudah mati. Sebagai buktinya, ia sama sekali tidak merasa sakit akibat luka-luka dari berbagai perbuatan buruk. Ia juga tak merasa disusahkan dengan ketidak mengertian dirinya terhadap kebenaran, dan keyakinan-keyakinannya yang batil. "Luka, tak akan dapat membuat sakit orang mati." *). Terkadang ia juga merasakan sakitnya. Namun ia tak sanggup mencicipi dan menahan pahitnya obat. Masih bersarangnya penyakit tersebut di hatinya, berpengaruh semakin sulit dirinya menelan obat. Karena obatnya dengan melawan hawa nafsu. Itu hal yang paling berat bagi jiwanya. Namun baginya, tak ada sesuatu yang lebih bermanfaat dari obat itu. Terkadang, ia memaksa dirinya untuk bersabar. Tapi kemudian tekadnya mengendor dan bisa meneruskannya lagi. Itu karena kelemahan ilmu, keyakinan dan ketabahan. Sebagai halnya orang yang memasuki jalan angker yang akhirnya akan membawa dia ke tempat yang aman. Ia sadar, kalau ia bersabar, rasa takut itu sirna dan berganti dengan rasa aman. Ia membutuhkan kesabaran dan keyakinan yang kuat, yang dengan itu ia mampu berjalan. Kalau kesabaran dan keyakinannya mengendor, ia akan balik mundur dan tidak mampu menahan kesulitan. Apalagi kalau tidak ada teman, dan takut sendirian.

Menyembuhkan Penyakit Dengan Makanan Bergizi dan Obat:

Gejala penyakit hati adalah, ketika ia menghindari makanan-makanan yang bermanfaat bagi hatinya, lalu menggantinya dengan makanan-makanan yang tak sehat bagi hatinya. Berpaling dari obat yang berguna, menggantinya dengan obat yang berbahaya. Sedangkan makanan yang paling berguna bagi hatinya adalah makanan iman. Obat yang paling manjur adalah Al-Qur'an masing-masing memiliki gizi dan obat. Barangsiapa yang mencari kesembuhan (penyakit hati) selain dari Al-kitab dan As-sunnah, maka ia adalah orang yang paling bodoh dan sesat.
Sesungguhnya Allah berfirman:
"Katakanlah: "Al-qur'an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-qur'an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat jauh." (Fushshilat : 44)

Al-qur'an adalah obat sempurna untuk segala penyakit tubuh dan hati, segala penyakit dunia dan akherat. Namun tak sembarangan orang mahir menggunakan Al-qur'an sebagai obat. Kalau si sakit mahir menggunakannya sebagai obat, ia letakkan pada bagian yang sakit, dengan penuh pembenaran, keimanan dan penerimaan, disertai dengan keyakinan yang kuat dan memenuhi syarat-syaratnya. Tak akan ada penyakit yang membandel. Bagaimana mungkin penyakit itu akan menentang firman Rabb langit dan bumi; yang apabila turun di atas gunung, gunung itu akan hancur, dan bila turun di bumi, bumi itu akan terbelah? Segala penyakit jasmani dan rohani, pasti terdapat dalam Al-qur'an cara memperoleh obatnya, sebab-sebab timbulnya dan cara penanggulangannya. Tentu bagi orang yang diberi kemampuan mamahami kitab-Nya.

*) [Penggalan akhir bait sya'ir Al-Mutanabbi, yang mana penggalan awalnya adalah: "Orang yang hina, akan mudah mendapat kehinaan"]

Dikutip dari: Abdul Akhir Hammad Alghunaimi, "Tahdzib Syarh Ath-Thahawiyah Dasar-dasar 'Aqidah Menurut Ulama Salaf", penerjemah: Abu Umar Basyir Al-Medani, Pustaka At-Tibyan, buku 2, Cetakan I, 2000, hal 264-266.
Leia Mais...
0

orang-orang yang dimurkai atau di azab

Ada orang-orang yang dimurkai Allah dan ada pula orang-orang yang akan diadzab karena perbuatan-perbuatan maksiatnya. Berikut ini beberapa golongan orang-orang yang perbuatan-nya mengakibatkan murka Allah ataupun diturunkannya adzab atau amalnya tidak diterima.
Berbagai adzab
Dalam sejarah nabi-nabi ada kaum-kaum atau masyarakat yang mendatangkan murka Allah karena kekafiran mereka, mendustakan agama yang dibawa oleh nabi yang diutus untuk memberi petunjuk kepada mereka, karena sombong, zhalim, dan sebagainya.
1. Kaum Tsamud dihancurkan dengan petir, dan kaum 'Ad dihancurkan dengan angin dingin sangat kencang. (lihat QS Al-Haaqqah/69: 4,5,6).
2. Iblis dilaknat oleh Allah dan dikeluarkan dari surga karena tidak mau mengikuti perintah Allah, untuk bersujud kepada Adam . ( lihat Al-Hijr/ 15: 34-35).
3. Kaum Nabi Nuh diadzab dengan air bah/banjir yang meneng-gelamkan karena kekafiran mereka, hingga anak Nabi Nuh sendiri pun tenggelam karena termasuk kafir. (lihat QS Huud/11: 41,42,43).
4. Kaum Nabi Hud mendustakan Nabinya, maka mereka dibinasakan oleh Allah. (lihat As-Syu'ara'/ 26: 139).
5. Kaum Nabi Shaleh angkuh, kafir, dan menyembelih unta yang tidak boleh diganggu, maka diadzab dengan gempa yang dahsyat. (Lihat Al-A'raaf/ 7:77, 78).
6. Kaum Nabi Luth yang kafir termasuk juga isterinya, dan mereka yang homoseks diadzab Allah dengan buminya dibalik, serta dihujani batu panas. ( lihat Huud/ 11: 82-83).
7. Fir'aun dan wadyabalanya yang kafir telah diberi bala' berupa taufan, belalang, kutu, kodok, dan darah; kemudian minta agar dimohonkan oleh Nabi Musa untuk dilepaskan dari adzab itu. Setelah dilepaskan oleh Allah adzabnya lalu mereka kafir lagi, maka Allah tenggelamkan mereka di laut. (Lihat Al-A'raaf/ 7:133, 134, 135, 136).
8. Kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan-tangan manusia. ( lihat Ar-Ruum/ 30: 41).
9. Kaum Nabi Syu'aib di Madyan diadzab dengan gempa hingga jadi mayat-mayat yang bergelimpangan karena kekafiran mereka dan curang dalam menakar dan menimbang. (lihat QS Al-A'raaf: 85-93).
10. Qarun yang kaya raya lagi sombong dan berbuat aniaya maka diadzab Allah dengan dibenamkan ke bumi beserta harta bendanya. (lihat QS Al-Qashash/ 28: 76-82).
Adzab dan Murka Allah
Siksaan-siksaan, adzab, bala', dan murka Allah terhadap Ummat Islam pun akan terjadi apabila manusia Muslim itu telah melakukan kemaksiatan yang nyata. Siksaan itu di antaranya seperti hadits berikut ini:
Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, ia berkata, Rasulullah menghadap pada kami dan bersabda: "Wahai sekalian orang-orang Muhajirin, lima cobaan apabila menimpa kalian (maka tidak ada kebaikannya, atau kalian akan tertimpa macam-macam adzab seperti yang akan disebutkan ini) dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menjumpainya".
• Tidaklah kekejian (zina) tampak nyata di suatu kaum sama sekali, hingga mereka berterang-terangan dengannya, kecuali akan tersebar di kalangan mereka wabah penyakit dan penyakit-penyakit yang belum pernah berlangsung di kalangan orang-orang yang mendahului mereka yang telah berlalu (meninggal).
• Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan kecuali akan diadzab dengan paceklik dan sulitnya bahan kebutuhan dan dhalimnya penguasa atas mereka.
• Dan tidaklah mereka mencegah (atau tidak mau membayar) zakat harta-harta mereka kecuali mereka dicegah akan turunnya hujan dari langit, dan seandainya tidak karena adanya binatang-binatang ternak pasti mereka tidak dihujani.
• Dan tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji RasulNya (yang berlangsung antara mereka dan orang-orang yang jadi musuh) kecuali Allah menguasakan musuh atas mereka dari orang selain mereka, lalu mereka (musuh itu) mengambil sebagian apa-apa yang di tangan mereka.
• Dan selama pemimpin-pemimpin mereka tidak menghukumi dengan kitab Allah, dan mereka memilih-milih dari apa-apa yang telah Allah turunkan niscaya Allah akan menjadikan saling berkeras-kerasan di antara mereka. (HR Ibnu Majah, dalam Az-Zawaaid disebutkan: baik untuk diamalkan).
Siksa berat atas yang kejam dan ahli maksiat
Nabi bersabda:
"Dua macam manusia dari ahli neraka yang aku belum melihatnya sekarang, yaitu: (pertama) kaum yang membawa cemeti-cemeti seperti ekor-ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya; dan (kedua) wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berjalan dengan menggoyang-goyangkan pundaknya dan berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang condong. Mereka tidak akan masuk surga bahkan tidak akan mendapat wanginya, dan sungguh wangi surga telah tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian." (HR Muslim, dan Ahmad dari Abi Hurairah, Shahih).
Masyarakat menuju murka Allah
Ancaman bagi orang yang keras, kejam, dan dhalim tak berperikemanu-siaan. Itu semua menuju kepada kemurkaan Allah. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadits:
"Sesungguhnya ada suatu kaum yang dulunya mereka itu orang-orang yang lemah dan melarat, mereka diserang oleh orang-orang perkasa dan sengit, lalu Allah memenangkan orang-orang yang lemah itu (mengalahkan) atas orang-orang yang perkasa, lalu kaum lemah (yang kemudian dimenangkan oleh Allah) itu memperlakukan musuh mereka, lantas mempekerjakan dan menguasai mereka, maka menjadikan Allah marah terhadap mereka (yang sok kuasa itu) sampai hari qiyamat." (HR Ahmad, isnadnya hasan).
Artinya, mereka yang lemah itu ketika mereka menguasai yang kuat lalu menganiayanya, lantas mempekerjakannya dalam hal yang tidak pantas untuknya. Mereka (yang lemah kemudian jadi penguasa) itu menjadikan Allah marah atas mereka dengan sebab kedhaliman ini. (Tafsir Ibnu Katsir, Jilid 1, hal 309, penjelasan ayat 190 surat Al-Baqarah).
Rasulullah bersabda:
"Ada tiga macam orang yang shalatnya tidak diangkat sejengkal pun di atas kepala mereka (tidak diterima). Yaitu (pertama) laki-laki yang memimpin suatu kaum, sedang mereka benci kepadanya. (Kedua) perempuan yang tidur malam sedang suaminya dalam keadaan marah kepadanya. (Ketiga), dua saudara yang memutuskan hubungan kekeluargaan." (HR Ibnu Majah, dengan sanad hasan).
Ancaman Nabi yang hampir serupa ditandaskan pula:
"Apabila zina dan riba telah tampak terang-terangan di suatu desa maka sungguh mereka telah menempatkan diri mereka pada adzab Allah." (HR At-Thabrani dan al-Hakim dari Ibnu Abbas, shahih).
Tidak menggubris agama
Pasangan dari pelanggaran yang mengikuti syahwat faraj dan syahwat perut serta hawa nafsu itu adalah meninggalkan perhatian terhadap agama. Nabi pun mengancamnya:
"Apabila kalian (ummat Islam) berjual beli 'inah (satu jenis jual beli yang hukumnya riba), dan mengikuti ekor-ekor sapi (senang beternak sehingga lalai), dan senang dengan pertanian, dan meninggalkan jihad; maka Allah akan menimpakan kehinaan kepada kalian, kehinaan itu tidak dicabut (oleh Allah) kecuali kalau kalian kembali kepada agama kalian." (HR. Abu Daud dari Ibnu Umar, dan riwayat Al-Bukhari).
Kalau dibiarkan, maka adzab Allah akan menimpa kepada seluruhnya. Termasuk pula orang-orang yang baik, walaupun nantinya di akherat mendapat ampunan dan keridaan Allah . Namun bala' yang menimpa di dunia akan mengenai kesemuanya. Sebagaimana dinyatakan dalam Hadits:
"Jika maksiat-maksiat telah merajalela di dalam ummatku maka Allah meratakan adzab dari sisi-Nya kepada mereka. Lalu aku (Ummu Salamah isteri Nabi ) bertanya: Wahai Rasulallah, apakah pada hari itu tidak ada (lagi) orang-orang shaleh/ baik? Beliau menjawab: Masih ada. Aku bertanya: Lalu bagaimana mereka berbuat? Beliau menjawab: Mereka ditimpa musibah-musibah yang menimpa para manusia, kemudian mereka akan mendapatkan ampunan dan keridhoan dari Allah". (HR Ahmad dari Ummu Salamah isteri Nabi VI/ 304 atau no.26122, Al-Haitsami mengatakan, hadits ini rijalnya shahih).
Mudah-mudahan kita mampu menghindari aneka maksiat dan tidak menyetujui atau mendukung apalagi membiarkan kemaksiatan. Semoga kita bisa kembali kepada diinullah secara konsekuen dan istiqamah, sehingga murka Allah dan siksaNya akan dicabut dan tidak menimpa kepada kita. Amien.
(Dept. Ilmiah).
Rujukan: Tafsir Ibnu Katsir, Faidhul Qadir Syarh Al-Jami' As-Shaghir, dan kitab lainnya.
Leia Mais...
 
berbagi ilmu sedikit © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |